Bagaimana
kabarmu?
Apakah
kehidupanmu berjalan sesuai dengan rencana yang pernah kita bicarakan dahulu?
Semoga,
ya!
Tapi
aku punya sedikit saran untukmu, take it or leave it, sih; Jangan terlalu
mengejar dunia, ya. Aku juga sama kok, terlalu mengejar kehidupan. Lalu
sekarang aku bingung karena yang ku kejar malah telah melampaui aku.
Ah,
ceritanya agak tragis, sih, kalau kata orang. Tapi bagiku rasanya hanya seperti
bangun tidur, lho. Saat itu aku lihat orang-orang mengerubungiku.
Haha,
lucu sekali kalau diingat-ingat.
Bagaimana
kabarku?
Well,
sebenarnya aku ingin cerita, tahu!
Tapi
bayangkanlah begini; sekarang aku berada di dataran tinggi yang hijau, dengan
udara yang sejuk. Langit biru sejauh mata memandang. Aku berada di tempat, di
mana sewaktu hidup sangat ku inginkan. Dan, yah, baru sekarang kesampaian.
Irony,
haha.
Oh,
hampir lupa. Kamu tahu, ada yang menemaniku di sini, tebak!
Yeah,
benar!
Kucing-kucingku
yang mendahuluiku, mereka sudah di sini lebih dulu. Mereka berlarian begitu
melihatku turun dari awan itu. Ah, kenangan hidup yang indah bersama mereka.
Dan
sekarang sepertinya sudah tidak akan ada perpisahaan lagi, deh.
Kamu
tahu, bahkan di sela-sela lamunanku di sini terkadang aku melihat siluet
dirimu. Namun, tiap kali aku dekati, satu bayangan muncul dan mengatakan;
“belum saatnya, nanti kalian akan bertemu
kembali.”
Menyebalkan.
Lalu, bayangmu lenyap.
Aku
sungguh merindukanmu.
Sungguh.
Andai
saja aku dapat menukar jiwaku hanya untuk bertemu kamu, pasti sudah ku lakukan.
Jaga
dirimu baik-baik di dunia itu, ya. Lakukan yang terbaik sebisamu, dengan
ikhlas, dengan ketulusan yang sering kamu lakukan. Maafkan aku yang mengingkari
janjiku untuk selalu bersamamu.
Sampai
jumpa di sisi lain, ya. Jika kamu tidak berdua maksudnya.
Tapi
setidaknya ada kucing-kucingku.
Sampai
jumpa lagi!
Komentar
Posting Komentar