“Lu tau erotomania ga?”
Malam itu temanku yang baru saja rampung menghabiskan seporsi seblak pedasnya melontarkam pertanyaan random seperti biasa.
“Gue tau, delusi yang bikin kita ngerasa kalo ada orang yang suka sama kita, kan?” Jawabku tanpa memalingkan pandangan kepada yang bertanya. Mataku sibuk mencari potongan daging yang terselip diantara potongan kol dan kerupuk seblak tulang yang tengah ku santap.
“Jangan-jangan, selama ini kita ngalamin hal itu. Ngerasa disukai seseorang, menjalani hubungan dengan modal ‘perasaan’ delusional, hanya kita yang merasa padahal sebenernya... nggak?” temanku itu, dia seperti baru saja menyadari sesuatu.
Aku menghentikan pencarian potongan daging itu lalu menatap lawan bicaraku.
“Bisa jadi, sih.” Kataku, lalu menyeruput pop ice durian yang rasanya sudah hambar, kebanyakan es.
Komentar
Posting Komentar